Sangat penting untuk memahami bahwa tidak ada terapi untuk acne. Umumnya, terapi yang ada sekarang ini berguna untuk menghilangkan acne yang ada dan mencegah munculnya acne baru, selama terapi tersebut masih dikonsumsi. Pengobatan acne meliputi upaya untuk mengurangi jumlah bakteri penyebab acne, mengurangi produksi minyak yang berlebih, mengatasi sumbatan pada folikel minyak dan meminimalisir infeksi yang terjadi. Sebagai tambahan lainnya adalah upaya untuk menyamarkan hiperpigmetasi yang kerap timbul setelah acne menyembuh.
AntimicrobaTopikal
Benzoil Peroksida memiliki efek antimicroba, yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan bakteri dan juga membunuh bakteri, dan comedolitik, yaitu berfungsi mengurangi komedo.
Berbeda dengan obat obat yang lain, belum dilaporkan kasus resistensi dengan penggunaan Benzoil Peroksida. Bahkan pemakaian Benzoil Peroksida yang dikombinasi dengan antibiotik topikal maupun oral yang lain dapat mengurangi kemungkinan resisten terhadap antibiotik lainnya tersebut.
Zat ini tersedia dalam bentuk gel, cream dan lotion dengan konsentrasi bervariasi antara 2,5 % – 10%. Banyak sediaan yang telah dikombinasi dengan antibiotik lain seperti Clindamycin dan Erytromycin, karena didapati lebih efektif. Pemilihan bentuk sediaan dapat disesuaikan dengan jenis kulit, contohnya untuk kulit yang cenderung berminyak disarankan untuk menggunakan sediaan berbentuk gel, sedang untuk kulit yang lebih kering sangat cocok menggunakan bentuk sediaan cream atau lotion. Cara penggunaannya sangat mudah, yaitu diaplikasikan secara tipis tipis pada area yang terkena acne.
Efek samping dari obat ini berupa kemerahan pada kulit dan area yang terkena menjadi relatif lebih kering. Untuk mengurangi efek sampingnya dapat menggunakan sediaan dengan konsentrasi yang lebih rendah dan disarankan untuk mengaplikasikan moisturizer sebelumnya.
Antibiotik Topikal
Penggunaan antibiotik topikal pada terapi acne bertujuan untuk membunuh bakteri acne. Antibiotik juga berguna untuk mengurangi infeksi yang terjadi pada acne dengan tipe yang lebih lanjut seperti kista.
Jenis antibiotik yang sering digunakan untuk terapi acne adalah sulfur, erythromycin atau clindamycin. Sayangnya telah banyak terjadi resistensi terhadap zat zat tersebut. Salah satu upaya untuk mengurangi kemungkinan resistensi adalah dengan mengkombinasikan penggunaannya bersama Benzoil Peroksida.
Perlu diketahui bahwa terapi acne secara topikal dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan tak jarang pula terjadi iritasi. Maka sangat penting untuk berkonsultasi kepada dokter untuk cara penggunaan, pemilihan sediaan dan dosis yang tepat.
Antibiotik Oral
Penggunaan antibiotik oral lebih effektif bila dibandingkan dengan terapi acne secara topikal. Namun, pengobatan secara oral dimaksudkan lebih untuk mengontrol pertumbuhan acne bukan untuk tujuan pengobatan.
Antibiotik oral ini biasanya dikonsumsi 2 kali dalam sehari, namun telah tersedia formulasi baru yang hanya cukup dikonsumsi sekali dalam sehari. Sama dengan pada kelas topikal, untuk sediaan yang mengandung erythromycin dan Clindamysin, telah banyak terkadi kasus resistensi. Harapan benar benar tergantung pada kelas antibiotik tetrasiklin, termasuk didalamnya adalah doxycycline dan minocycline.
Efek samping yang mungkin timbul setelah mengkonsumsi antibiotik oral diantaranya adalah nyeri perut, nyeri kepala dan meningkatnya sensitifitas terhadap sinar matahari.
Perhatian bagi wanita yang mengkonsumsi pil kontrasepsi, terapi acne dengan antibiotik oral dapat mengurangi effektifitas dari pil kontrasepsi, dan meningkatkan resiko terjadinya kehamilan. Diskusikan pilihan penggunaan alat kontrasepsi yang aman bila dikombinasikan dengan konsumsi antibiotik oral dan jangan lupa mengaplikasikan sunscreen bila terjadi peningkatan sensitifitas terhadap sinar matahari.
Retinoid Topikal
Retinoid sangat efekstif dalam mengatasi sumbatan yang terjadi pada pori pori, sehingga baik bila digunakan sebagai salah satu terapi acne. Retinoid cocok digunakan pada acne yang telah mengalami infeksi maupun yang tidak mengalami infeksi. Retinoid yang telah banyak dikenal adalah Retin-A.
Efek samping dari penggunaan retinoid berupa iritasi, pengelupasan pada kulit, kemerahan dan kulit menjadi sangat kering. Bila terjadi iritasi atau kemerahan pada kulit disertai dengan rasa terbakar, sebaiknya segera hentikan penggunaannya.
Ada beberapa upaya yang dapat dilakuakn untuk meminimalisir kemingkinan terjadinya efek samping yang tidak diinginkan, diantaranya adalah dnegan menggunakan retoid dengan dosis terendah yang dapat diberikan, diberikan dalam bentuk sediaan cream dan sangat dianjurkan untuk menggunakan pelembab sebelum aplikasi retinoid.
Pemakaian retinoid selain berguna untuk menghilangkan acne, juga memberikan bonus yang sangat menyenangkan, yaitu retinoid juga dapat mengurangi kerutan kerutan halus pada kulit.
Yang paling penting untuk diperhatikan adalah untuk menghentikan pemakaian retinoid minimal 7 hari sebelum melakukan facial waxing ataupun facial peeling.
Retinoid Oral
Yang dimaksud disini adalah Isotretinoin, salah satu derivat dari Vitamin A, merupakan jenis terapi oral yang paling efektif dalam pengobatan acne. Diindikasikan untuk mengobati acne yang tidak sembuh dengan menggunakan tipe pengobatan lain. Isotretinoin bekerja dengan mengurangi produksi sebum pada kulit dan mengatasi folikel yang tersumbat. Untuk pengobatan acne, isotretinoin dikonsumsi 1 -2 x dalam sehari untuk kurang lebih 5 bulan terapi. Sekali lagi pengobatan acne secara oral dimaksudkan untuk fungsi kontrol bukan untuk mengobati, karena seperti yang telah disebutkan diatas, bahwa tidak ada pengobatan untuk acne.
Dibalik kesukesan Isotretinoin dalam membasmi acne, Sediaan ini memiliki efek samping yang cukup berat, diantaranya adalah dapat menyebabkan terjadinya kecacatan pada bayi. Sehingga isotretinoin tidak dapat dikonsumsi oleh wanita hamil maupun wanita yang berencana akan hamil. Efek samping yang lainnya adalah depresi dan meningkatkan kemungkinan bunuh diri, kulit mnejadi kering, snestif terhadap sinar matahari, kekakuan pada otot dan sendi serta peningkatan level trigliserida pada darah. Karena efek sampingnya yang sangat berbahaya, maka penggunaan Isotretinoin sebaiknya dilakukan dibawah pengawasan dokter.
Terapi Hormonal
Teknik terapi acne yang dapat dilakukan pada wanita adalah dengan mengkonsumsi pil kontrasepsi. Hormon estrogen dan progesteron yang mencapai puncaknya pada saat ovulasi, menyebabkan meningkatnya produksi minyak pada kulit, sehingga merangsang terjadinya acne. Pil kontrasepsi berguna untuk menekan hormon tersebt sehingga mencegah timbulnya acne.
Injeksi Cortisone
Berguna untuk menghilangkan acne dengan bentuk kistik besar dan terinfeksi dalam waktu singkat, yaitu 1-2 hari . efek samping yang mungkin terjadi adalah hipopigmentasi atau atropi jaringan yang minimal.
Selain itu tersedia juga beberapa prosedur yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah acne. Diantaranya adalah dengan menggunakan teknik laser, terapi cahaya dan terapi fotodinamik.
One Comment
dear dok,
menarik sekali kalimat pembukanya
jarang ada dokter yg (mau) menyampaikan hal ini..